Tak datang-Tak satupun pegawai CU Cinta Mulia yang datang ke kantor melayani anggota, Rabu (15/1). (Foto: Pra Evasi)
Anggota Tidak Bisa Tarik Uang
16 Januari 2014
METROSIANTAR.com, SIANTAR – Untuk mengetahui
permasalahan CU Cinta Mulia sekaligus menyelesaikannya, Pusat Koperasi
Kredit (Puskopdit) Sumatera Utara (Sumut) turun melakukan audit
keuangan. Hasilnya disampaikan ke Produktivitas Perusahaan Koperasi
(PPK) Sumut.
Seperti diketahui, CU Cinta Mulia yang berkantor di Jalan Melanthon
Siregar dipenuhi para anggotanya yang tak kunjung menerima pencairan
dana bagi hasil yang dijanjikan pengurus sejak akhir tahun 2013 lalu.
Ternyata setelah didatangi ribuan anggotanya, diketaui telah terjadi
kondisi carut marut keuangan.
Saat itu suasana kantor Pusat CU Cinta Mulia dipenuhi anggotanya.
Sebagian terlihat duduk berdiam di kursi ruang tunggu, sebagian tampak
berkumpul di pintu masuk dan saling melemparkan keluhannya kepada salah
seorang auditor yang diutus Puskopdit Sumut, April Sihombing.
Para anggota itu tidak henti-hentinya menyampaikan kekesalannya
terhadap management CU Cinta Mulia yang tidak transparan atas kondisi
koperasi yang sedang carut marut, dan nasabah tidak bisa mengambil uang.
Apalagi tujuan nasabah menyimpan uang untuk keperluan rumah tangga,
pendidikan anak dan juga biaya perobatan.
“Pengurusnya tidak transparan, kami tidak mau uang kami hangus begitu
saja. Harus ada kejelasan. Robinson Bakkara selaku manager juga tidak
pernah kelihatan di kantor ini,” ujar para anggota kepada April
Sihombing.
Dengan bersabar April menerangkan bahwa Koperasi CU Cinta Mulia saat
ini sedang diaudit oleh Puskobdit. Tujuannya, untuk mengetahui duduk
permasalahan CU Cinta Mulia. “Banyak data hal yang ingin kami lihat,
baik jumlah anggota, jumlah simpanan, bunga, pembiayaan. Jadi ini dulu
kami ketahui supaya bisa akurat,” terangnya.
Katanya lagi, tim audit bukan pihak CU Cinta Mulia, tapi sifatnya
independen dan hasil audit akan disampaikan ke PPK Sumut yang dibentuk
oleh Puskopdit.
Dan nantinya, Puskopdit ajuga akan menyampaikan hasilnya ke seluruh
anggota CU Cinta Mulia. Hampir sekitar 1 jam para anggota ini
menyampaikan keluhannya dan menaruh harapan agar kondisi ini segera
teratasi.
Kepada METRO, April menerangkan Puskopdit merupakan Puskopdit
sekudender, kemudian CU Cinta Mulia ini adalah Kopdit Primer. Di
Puskopdit ini ada sekitar 60 Koperasi Primer yang bergabung.
Kebijakan yang dilakukan oleh Puskopdit karena melihat kondisi CU
Cinta Mulia yang sedang carut marut, dan kalau tidak diselesaikan dapat
berpengaruh ke Koperasi lainnya.
April menambahkan kondisi di CU Cinta Mulia ini terindikasi adanya
laporan kas tidak jelas, laporan simpan pinjam tidak jelas bahkan ada
karyawan membuat pinjaman fiktip. Sementara badan pengawas yang harusnya
bertugas mengawasi tidak bekerja maksimal.
Walaupun sedang proses audit, keputusan Puskopdit menyarankan supaya
aktivitas di Kantor CU Cinta Mulia tetap berjalan seperti biasanya. Tapi
situasi di kantor tampak berbeda, sebab tidak ada terlihat aktivitas
pegawai dalam bekerja melayani anggota. (pra/mer)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar