26 Oktober 2013 Siantar - Simalungun
Para anggota sedang melakukan penarikan uang di kantor pusat CU Cinta Mulia. Jumat (25/10). SIANTAR
– Anggota Koperasi CU Cinta Mulia Kantor Pusat Jalan Melanthon Siregar
dan Kantor Cabang Parluasan, dirundung kekawatiran. Manajemen
mengeluarkan kebijakan membatasi penarikan uang maksimal Rp200 ribu. Kekawatiran
itu bertambah karena banyaknya kabar beredar di tengah-tengah anggota
bahwa kondisi keuangan CU Cinta Mulia sedang bermasalah.
Kabar itu
langsung berdampak terhadap anggota dan hendak menarik uangnya. Volume
anggota yang ingin melakukan penarikan uang berbeda dari biasanya.
Bahkan, sebagian besar anggota ingin menarik keseluruhan uangnya.
Sebagian berniat mengundurkan diri atau keluar dari anggota CU Cinta
Mulia.Akibat membludaknya permintaan penarikan uang, membuat
menajemen mengeluarkan kebijakan pembatasan nilai nomial penarikan,
yakni Rp200 ribu per anggota melalui penarikan kupon antrean.
Lusi,
warga Kecamatan Siantar Selatan ketika ditemui METRO, Jumat (25/10) di
kantor CU Cinta Mulia, mengaku resah dan khawatir dengan kondisi CU
Cinta Mulia yang tidak bisa lagi memberikan pelayanan seperti biasa.
“Kupon antrean ini kuambil Jumat minggu lalu, baru ini gilirannya bisa
diambil. Tadi uang kuambil hanya Rp200 ribu,” terangnya saat keluar dari
kantor CU Cinta Mulia. Wanita yang sudah bertahun-tahun menjadi
anggota ini mengaku sedang membutuhkan uang untuk perobatan ibunya yang
dirawat di RS Vita Insani, karena sakit di bagian perut. “Kalau soal
jumlah tabunganku sekarang, ada jutaan-lah. Rencana mau ambil untuk
biaya perobatan. Tapi ternyata tidak dibolehkan,” ujarnya.
Nasabah
lain bernama Lisa, menjelaskan, hanya mengetahui hal itu dari selebaran
yang ditempelkan di kantor CU. Di selebaran itu dijelaskan, CU Cinta
Mulia sedang dalam perbaikan keuangan dan proses normalisasi.
Meski
demikian, dia berharap agar kondisi ini segera normal dan walaupun
sedang dirundung masalah, dia tidak berniat untuk keluar sebagai
anggota. J Sianturi, juga anggota CU Cinta Mulia, mengaku kesal dengan
situasi yang tidak normal saat ini. Akibatnya, dia tidak bisa menarik
uangnya.“Tiga hari sebelum kondisi ini muncul, saya menitipkan uang
Rp12 juta untuk biaya rehab rumah. Tapi entah kenapa, tiga hari kemudian
keluar kebijakan pembatasan penarikan. Padahal uang itu saya simpan
hanya sementara saja,” katanya setelah mengambil uang Rp200 ribu. Karena
sangat dibutuhkan, setelah menarik Rp200 ribu, dia kemudian mengambil
nomor antrean. Tapi waktunya masih lama, yakni tanggal 6 Desember nanti.
“Kalau
begini, kapan bisa selesai saya ambil uangnya. Sementara uang itu
sangat saya butuhkan. Terpaksa saya harus meminjam lagi dari keluarga,
karena rehap rumah tidak mungkin dihentikan,” ujarnya. Pria yang
bekerja sebagai Satpam di salah satu perguruan tinggi di Siantar ini,
mengharapkan agar manajemen CU Cinta Mulia segera menyelesaikan
persoalan tersebut. Termasuk memberikan penjelasan kepada seluruh
anggota tentang kondisi keuangan sebenarnya. “Terus terang para anggota
sudah khawatir dan takut. Jadi segeralah dibuat dulu audit ataupun
pemeriksaan internal agar semuanya dapat teratasi,” terangnya. Sementara
itu, aktivitas di kantor pusat CU Cinta Mulia di Jalan Melanhon Siregar
terlihat ramai. Para anggota yang datang semuanya membawa kupon
pengambilan uang. Ada juga anggota yang datang membawa kuponnya, tapi
ternyata waktu pengambilan belum sesuai jadwal, sehingga terpaksa pulang
dengan tangan kosong.
“Belum sekarang katanya diambil,” ujar salah seorang ibu sembari berlalu dengan wajah kecewa. Manajer CU Cinta Mulia Robinson Bakkara saat ditemui METRO menerangkan, kondisi saat ini berawal dari beberapa bulan lalu. Beberapa
anggota melaporkan ada oknum-oknum tertentu yang diduga orang dalam,
membuat suatu gerakan dengan menyebarkan surat gelap serta SMS kepada
para anggota CU yang memiliki jumlah tabungan besar. Ada juga surat
gelap tanpa nama berisi tudingan. Pengurus dan top manager disebutkan
melakukan manipulasi dan kesewenang-wenangan.
“Surat gelap dan SMS
itu beredar ke anggota dan menyebabkan kekawatiran. Kami menduga sikap
oknum-oknum ini adalah perbuatan yang terkena hukuman administasi dari
manajemen atau anggota yang sedang dalam permasalahan kreditnya diproses
pengadilan,” terangn Robinson. Kabar gelap itu juga membuat para
anggota memiliki niat untuk melakukan penarikan tabungannya. Sehingga
stok cadang likiuditas sebagaimana mestinya menjadi terkuras pada
penarikan yang besar tiga bulan terkahir. Dengan kondisi tersebut, manajemen membuat kesimpulan dengan mengeluarkan kebijakan pembatasan penarikan maksimal Rp200 ribu.
“Saya
kan sekarang caleg, jadi pada 21 Agustus itu sebenarnya saya tidak lagi
menjabat sebagai manager. Tapi karena kondisi yang sedang carut marut,
saya ditarik kembali oleh Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah Pasar
Sumatera Utara (B3D Sumut) pada 21 Oktober kemarin. B3D membuat tim dan
saya salah satunya termasuk dalam tim itu,” kata Robinson. Disebutkan,
tugas utama tim ini adalah melakukan normalisasi pelayanan dan bertugas
menyuntikkan likuiditas permodalan di CU Cinta Mulia, serta
mengoptimalkan penagihan atas kredit yang belum diayar anggota.
Menurut
dia, kondisi panik anggota akan sangat mempengaruhi lambatnya proses
normalisasi dan arus penerimaan dana dari peminjam. Maka tim
merencanakan proses normalisasi sekurang kurangnya butuh waktu 2 bulan,
terhitung sejak 21 Oktober. Kebijakan pembatasan pembayaran terhadap
penarikan pembayaran dengan menggunakan nomor antrean, bermaksud
memberikan pelayanan yang merata ke seluruh anggota. Dengan nilai
nominal mulai Rp200 ribu per orang dan diharapkan akan segera dirubah
sesuai keadaan.
“Artinya, kalau sudah mulai normal, bisa saja minggu
depan sudah bisa menarik mencapai Rp1 juta atau lebih. Tapi pembatasan
penarikan itu terpaksa dilakukan supaya ada pemerataan,” terangnya.
Dia
juga mengakui ada sebagian orang yang hendak keluar dari anggota. Namun
manajemen tidak menyetujuinya. Sebab prinsip koperasi, suatu keadaan
merupakan tanggungjawab bersama untuk memperbaikinya. Berbeda dengan
bank, para nasabah dapat keluar apabila ada hal-hal yang dianggap
merugikan mereka. Jumlah anggota CU Cinta Mulia di 15 cabang yang
tersebar di Siantar, Simlangun, Riau dan Sidikkalang sekitar 23.700
orang.
Sedangkan kondisi keuangan yang tidak normal hanya dialami dua
kantor, yakni kantor Pusat di Siantar Jalan Melanthon Siregar dan
Kantor Cabang Parluasan, Siantar Utara dengan jumlah anggota sekitar
9.600 orang. Sementara kantor cabang laina tetap normal. “Pastinya
ini akan normal kembali. Namun membutuhkan waktu mungkin dalam dua bulan
ini. Sedangkan seluruh karyawan tetap dan yang tidak tetap sekitar 100
orang, tidak ada yang di-PHK,” terangnya. Dia berharap supaya anggota
tidak panik dan tetap bersabar hingga kondisi keuangan normal kembali.
(pra)