Rabu, 29 Januari 2014

Puskopdit Audit Keuangan CU Cinta Mulia

Tak datang-Tak satupun pegawai CU Cinta Mulia yang datang ke kantor melayani anggota, Rabu (15/1). (Foto: Pra Evasi)


 Tak datang-Tak satupun pegawai CU Cinta Mulia yang datang ke kantor melayani anggota, Rabu (15/1). (Foto: Pra Evasi)

Anggota Tidak Bisa Tarik Uang 16 Januari 2014 

METROSIANTAR.com, SIANTAR – Untuk mengetahui permasalahan CU Cinta Mulia sekaligus menyelesaikannya, Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Sumatera Utara (Sumut) turun melakukan audit keuangan. Hasilnya disampaikan ke Produktivitas Perusahaan Koperasi (PPK) Sumut.
Seperti diketahui, CU Cinta Mulia yang berkantor di Jalan Melanthon Siregar dipenuhi para anggotanya yang tak kunjung menerima pencairan dana bagi hasil yang dijanjikan pengurus sejak akhir tahun 2013 lalu. Ternyata setelah didatangi ribuan anggotanya, diketaui telah terjadi kondisi carut marut keuangan.
Saat itu suasana kantor Pusat CU Cinta Mulia dipenuhi anggotanya. Sebagian terlihat duduk berdiam di kursi ruang tunggu, sebagian tampak berkumpul di pintu masuk dan saling melemparkan keluhannya kepada salah seorang auditor yang diutus Puskopdit Sumut, April Sihombing.
Para anggota itu tidak henti-hentinya menyampaikan kekesalannya terhadap management CU Cinta Mulia yang tidak transparan atas kondisi koperasi yang sedang carut marut, dan nasabah tidak bisa mengambil uang. Apalagi tujuan nasabah menyimpan uang untuk keperluan rumah tangga, pendidikan anak dan juga biaya perobatan.
“Pengurusnya tidak transparan, kami tidak mau uang kami hangus begitu saja. Harus ada kejelasan. Robinson Bakkara selaku  manager juga tidak pernah kelihatan di kantor ini,” ujar para anggota kepada April Sihombing.
Dengan bersabar April menerangkan bahwa Koperasi CU Cinta Mulia saat ini sedang diaudit oleh Puskobdit. Tujuannya, untuk mengetahui duduk permasalahan CU Cinta Mulia.  “Banyak data hal yang ingin kami lihat, baik jumlah anggota, jumlah simpanan, bunga, pembiayaan. Jadi ini dulu kami ketahui supaya bisa akurat,” terangnya.
Katanya lagi, tim audit bukan pihak CU Cinta Mulia, tapi sifatnya independen dan hasil audit akan disampaikan ke PPK Sumut yang dibentuk oleh Puskopdit.
Dan nantinya, Puskopdit ajuga akan menyampaikan hasilnya ke seluruh anggota CU Cinta Mulia. Hampir sekitar 1 jam para anggota ini menyampaikan keluhannya dan menaruh harapan agar kondisi ini segera teratasi.
Kepada METRO, April menerangkan Puskopdit merupakan Puskopdit sekudender, kemudian CU Cinta Mulia ini adalah Kopdit Primer. Di Puskopdit ini ada sekitar 60 Koperasi Primer yang bergabung.
Kebijakan yang dilakukan oleh Puskopdit karena melihat kondisi CU Cinta Mulia yang sedang carut marut, dan kalau tidak diselesaikan dapat berpengaruh ke Koperasi lainnya.
April menambahkan kondisi di CU Cinta Mulia ini terindikasi adanya laporan kas tidak jelas, laporan simpan pinjam tidak jelas bahkan ada karyawan membuat pinjaman fiktip. Sementara badan pengawas yang harusnya bertugas mengawasi tidak bekerja maksimal.
Walaupun sedang proses audit, keputusan Puskopdit menyarankan supaya aktivitas di Kantor CU Cinta Mulia tetap berjalan seperti biasanya. Tapi situasi  di kantor tampak berbeda, sebab tidak ada terlihat aktivitas pegawai dalam bekerja melayani anggota. (pra/mer)

CU. Cinta Mulia Bentuk Tim Penyehatan

 
   Nasabah Tarik Simpanan Secara Spontan

SIANTAR – Menghadapi sikap dan tindakan anggota Kopdit Credit Union (CU) Cinta Mulia yang dengan secara spontan tanpa kompromi menarik sebagian atau seluruh simpanannya (saham maupun non saham) tiga bulan terakhir, dijawab pihak manajemen dengan tindakan cepat. Pengurus langsung membentuk “Tim Panitia Penyehatan Kopdit”.

Salah satu program utama tim itu adalah, menyiapkan dana segar untuk melayani anggota yang ingin melakukan penarikan atas sejumlah uang yang dibutuhkan. Dengan demikian dipastikan ke depannya tidak ada lagi antrean panjang ketika anggota ingin melakukan transaksi di Kopdit CU Cinta Mulia, atau dengan kata lain, tidak ada lagi yang tidak terlayani ketika akan melakukan urusan di Kopdit “CU Cinta Mulia”.

Seluruh anggota Panitia Penyehatan Kopdit CU Cinta Mulia berasal dari beberapa pengurus kokpit di Sumut. Mereka adalah Valerius Aritonang  sebagai ketua (Ketua Kopdit CU Mandiri Tebing Tinggi), Hasiholan Manurung sebagai sekretaris (Ketua Kopdit CU Horas–Tebing Tinggi), Japedan Munthe (Ketua Kopdit CU Sei Sekata–Dolok Masihol), Markus Malau (Ketua Kopdit CU Sondang Nauli–Kabanjahe), Osben Simanihuruk (Kabag Diklat Puskopdit Bekatigade Sumut) ketiganya sebagai anggota.

Kepada wartawan, Valerius Aritonang dan tim yang lain kemarin mengatakan, pembentukan Tim Panitia Penyehatan Kopdit, sebagai bukti seluruh CU di Sumut mendukung penguatan CU Cinta Mulia. “Perlu kami sampaikan, permasalahan di Kopdit CU Cinta Mulia bermula dari tindakan segelentir orang yang mencoba menghasut dan memprovokasi anggota Kantor Pusat Kopdit CU Cinta Mulia melalui isu-isu negatif baik lewat selebaran dan SMS (pesan singkat) gelap yang untuk menarik uangnya di CU Cinta Mulia. Hal ini merupakan pengakuan langsung dari para anggota yang mencoba melakukan klarifikasi isu secara langsung dengan pihak pengurus maupun Manager Kopdit CU Cinta Mulia,” kata Valerius Aritonang diamini tim lainnya.

Katanya, hasutan dan provokasi ini awalnya hanya menciptakan kepanikan bagi sebagian anggota di Kantor Pusat dan Cabang Parluasan, namun meluas bagi seluruh anggota Kopdit CU Cinta Mulia yang berjumlah 22.000 di seluruh cabang, yakni seragam menarik sebagian atau seluruh simpanannya di Kopdit CU Cinta Mulia yang menciptakan terganggunya liquiditas di Kopdit CU Cinta Mulia. Berbagai usaha dan upaya dilakukan Pengurus-Pegawas-Management Kopdit CU Cinta Mulia untuk sedapat mungkin menetralisir keadaan, namun situasi semakin tidak terkendali. Akhirnya, setelah berkoordinasi dengan Ketua Pengurus Puskopdit BK3D Sumut (Koperasi Sekunder) Drs PM Sitanggang, disepakati bersama untuk menyelamatkan Kopdit CU Cinta Mulia.

Tanggal 25-26 Oktober 2013 lalu dengan diprakarsai Puskopdit BK3D Sumut, mencoba menyelamatkan Kopdit CU Cinta Mulia melalui sebuah pertemuan formil dengan seluruh perwakilan Pengurus CU di Sumut. Pertemuan bertujuan untuk membangun solidaritas antar CU tanpa memandang latar belakang masing-masing, sebab pada dasarnya gerakan CU disatukan filosopi Swadaya, Solidaritas dan Pendidikan. “Hasil pertemuan menyepakati, membantu Kopdit CU Cinta Mulia dengan membentuk Tim Panitia Penyehatan Kopdit yang beranggotakan lima orang yang mewakili utusan dari CU-CU se-Sumut dan dari unsur Puskopdit BK3D Sumut,” tambah Valerius.

Mengawali kerjanya, tim menggelar pertemuan pertama pada 8 Nopember di Gedung Puskopdit BK3D Sumut yang dihadiri Pengurus-Pengawas-perwakilan staf Management Kopdit CU Cinta Mulia, serta Pengurus Puskopdit BK3D Sumut. Saat itu telah dibuat rancangan konsepsi kerja-kerja strategis dalam rangka penyelamatan Kopdit CU Cinta Mulia yaitu. Ditegaskan Valerisu ada lima kebijakan yang dilakukan. Pertama mendukung Robinson Bakara sebagai Manager Kopdit CU Cinta Mulia, kedua memfasilitasi percepatan bantuan liquiditas yang dibayar CU-CU di Sumut untuk segera diberikan ke CU Cinta Mulia, ketiga membantu CU Cinta Mulia di berbagai kebutuhan, keempat membantu CU Cinta Mulia untuk melaksanakan kewajiban-kewajibanya, mulai dari pelayanan simpanan, tabungan, pinjaman dan kewajiban organisasi, antara lain : RAT dan pelayanan Deviden, dan kelima, membantu CU Cinta Mulia melaksanakan kasus-kasus hukum atas beberapa masalah terkait dengan kredit macet, penyalahgunaan jabatan dan hal-hal lain yang sedang terkait.

“Atas kondisi persiapan dalam hal penyehatan dan penyelamatan Kopdit CU Cinta Mulia, diharapkan seluruh pihak khususnya anggota Kopdit CU Cinta Mulia agar dapat menahan diri dan tidak terpengaruh oleh provokasi atau informasi-informasi yang tidak bertanggungjawab. Bila menemukan atau mendapatkan orang-orang yang dengan sengaja membuat kekisruhan, baik dalam bentuk surat tertulis atau lewat media lainnya, mohon kerja samanya untuk mengkoordinasikannya melalui management Kopdit “CU Cinta Mulia”, untuk selanjutnya akan dilakukan tindakan hukum yang sesuai untuk itu,” pinta Valerius yang diamni teman-temannya. (mer)

Anggota CU Cinta Mulia Khawatir Hanya Bisa Menarik Rp.200 Ribu

 
 
 
 26 Oktober 2013 Siantar - Simalungun

Para anggota sedang melakukan penarikan uang di kantor pusat CU Cinta Mulia. Jumat (25/10). SIANTAR – Anggota Koperasi CU Cinta Mulia Kantor Pusat Jalan Melanthon Siregar dan Kantor Cabang Parluasan, dirundung kekawatiran. Manajemen mengeluarkan kebijakan membatasi penarikan uang maksimal Rp200 ribu. Kekawatiran itu bertambah karena banyaknya kabar beredar di tengah-tengah anggota bahwa kondisi keuangan CU Cinta Mulia sedang bermasalah.

Kabar itu langsung berdampak terhadap anggota dan hendak menarik uangnya. Volume anggota yang ingin melakukan penarikan uang berbeda dari biasanya. Bahkan, sebagian besar anggota ingin menarik keseluruhan uangnya. Sebagian berniat mengundurkan diri atau keluar dari anggota CU Cinta Mulia.Akibat membludaknya permintaan penarikan uang, membuat menajemen mengeluarkan kebijakan pembatasan nilai nomial penarikan, yakni Rp200 ribu per anggota melalui penarikan kupon antrean. 
 
Lusi, warga Kecamatan Siantar Selatan ketika ditemui METRO, Jumat (25/10) di kantor CU Cinta Mulia, mengaku resah dan khawatir dengan kondisi CU Cinta Mulia yang tidak bisa lagi memberikan pelayanan seperti biasa. “Kupon antrean ini kuambil Jumat minggu lalu, baru ini gilirannya bisa diambil. Tadi uang kuambil hanya Rp200 ribu,” terangnya saat keluar dari kantor CU Cinta Mulia. Wanita yang sudah bertahun-tahun menjadi anggota ini mengaku sedang membutuhkan uang untuk perobatan ibunya yang dirawat di RS Vita Insani, karena sakit di bagian perut. “Kalau soal jumlah tabunganku sekarang, ada jutaan-lah. Rencana mau ambil untuk biaya perobatan. Tapi ternyata tidak dibolehkan,” ujarnya.

Nasabah lain bernama Lisa, menjelaskan, hanya mengetahui hal itu dari selebaran yang ditempelkan di kantor CU. Di selebaran itu dijelaskan, CU Cinta Mulia sedang dalam perbaikan keuangan dan proses normalisasi.
Meski demikian, dia berharap agar kondisi ini segera normal dan walaupun sedang dirundung masalah, dia tidak berniat untuk keluar sebagai anggota. J Sianturi, juga anggota CU Cinta Mulia, mengaku kesal dengan situasi yang tidak normal saat ini. Akibatnya, dia tidak bisa menarik uangnya.“Tiga hari sebelum kondisi ini muncul, saya menitipkan uang Rp12 juta untuk biaya rehab rumah. Tapi entah kenapa, tiga hari kemudian keluar kebijakan pembatasan penarikan. Padahal uang itu saya simpan hanya sementara saja,” katanya setelah mengambil uang Rp200 ribu. Karena sangat dibutuhkan, setelah menarik Rp200 ribu, dia kemudian mengambil nomor antrean. Tapi waktunya masih lama, yakni tanggal 6 Desember nanti.

“Kalau begini, kapan bisa selesai saya ambil uangnya. Sementara uang itu sangat saya butuhkan. Terpaksa saya harus meminjam lagi dari keluarga, karena rehap rumah tidak mungkin dihentikan,” ujarnya. Pria yang bekerja sebagai Satpam di salah satu perguruan tinggi di Siantar ini, mengharapkan agar manajemen CU Cinta Mulia segera menyelesaikan persoalan tersebut. Termasuk memberikan penjelasan kepada seluruh anggota tentang kondisi keuangan sebenarnya.  “Terus terang para anggota sudah khawatir dan takut. Jadi segeralah dibuat dulu audit ataupun pemeriksaan internal agar semuanya dapat teratasi,” terangnya. Sementara itu, aktivitas di kantor pusat CU Cinta Mulia di Jalan Melanhon Siregar terlihat ramai. Para anggota yang datang semuanya membawa kupon pengambilan uang. Ada juga anggota yang datang membawa kuponnya, tapi ternyata waktu pengambilan belum sesuai jadwal, sehingga terpaksa pulang dengan tangan kosong.

“Belum sekarang katanya diambil,” ujar salah seorang ibu sembari berlalu dengan wajah kecewa. Manajer CU Cinta Mulia Robinson Bakkara saat ditemui METRO menerangkan, kondisi saat ini berawal dari beberapa bulan lalu. Beberapa anggota melaporkan ada oknum-oknum tertentu yang diduga orang dalam, membuat suatu gerakan dengan menyebarkan surat gelap serta SMS kepada para anggota CU yang memiliki jumlah tabungan besar. Ada juga surat gelap tanpa nama berisi tudingan. Pengurus dan top manager disebutkan melakukan manipulasi dan kesewenang-wenangan.

“Surat gelap dan SMS itu beredar ke anggota dan menyebabkan kekawatiran. Kami menduga sikap oknum-oknum ini adalah perbuatan yang terkena hukuman administasi dari manajemen atau anggota yang sedang dalam permasalahan kreditnya diproses pengadilan,” terangn Robinson. Kabar gelap itu juga membuat para anggota memiliki niat untuk melakukan penarikan tabungannya. Sehingga stok cadang likiuditas sebagaimana mestinya menjadi terkuras pada penarikan yang besar tiga bulan terkahir. Dengan kondisi tersebut, manajemen membuat kesimpulan dengan mengeluarkan kebijakan pembatasan penarikan maksimal Rp200 ribu.

“Saya kan sekarang caleg, jadi pada 21 Agustus itu sebenarnya saya tidak lagi menjabat sebagai manager. Tapi karena kondisi yang sedang carut marut, saya ditarik kembali oleh Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah Pasar Sumatera Utara  (B3D Sumut) pada 21 Oktober kemarin. B3D membuat tim dan saya salah satunya termasuk dalam tim itu,” kata Robinson. Disebutkan, tugas utama tim ini adalah melakukan normalisasi pelayanan dan bertugas menyuntikkan likuiditas permodalan di CU Cinta Mulia, serta mengoptimalkan penagihan atas kredit yang belum diayar anggota.

Menurut dia, kondisi panik anggota akan sangat mempengaruhi lambatnya proses normalisasi dan arus penerimaan dana dari peminjam. Maka tim merencanakan proses normalisasi sekurang kurangnya butuh waktu 2 bulan, terhitung sejak 21 Oktober. Kebijakan pembatasan pembayaran terhadap penarikan pembayaran dengan menggunakan nomor antrean, bermaksud memberikan pelayanan yang merata ke seluruh anggota. Dengan nilai nominal mulai Rp200 ribu per orang dan diharapkan akan segera dirubah sesuai keadaan.

“Artinya, kalau sudah mulai normal, bisa saja minggu depan sudah bisa menarik mencapai Rp1 juta atau lebih. Tapi pembatasan penarikan itu terpaksa dilakukan supaya ada pemerataan,” terangnya.
Dia juga mengakui ada sebagian orang yang hendak keluar dari anggota. Namun manajemen tidak menyetujuinya. Sebab prinsip koperasi, suatu keadaan merupakan tanggungjawab bersama untuk memperbaikinya. Berbeda dengan bank, para nasabah dapat keluar apabila ada hal-hal yang dianggap merugikan mereka. Jumlah anggota CU Cinta Mulia di 15 cabang yang tersebar di Siantar, Simlangun, Riau dan Sidikkalang sekitar 23.700 orang.

Sedangkan kondisi keuangan yang tidak normal hanya dialami dua kantor, yakni kantor Pusat di Siantar Jalan Melanthon Siregar dan Kantor Cabang Parluasan, Siantar Utara dengan jumlah anggota sekitar 9.600 orang. Sementara kantor cabang laina tetap normal. “Pastinya ini akan normal kembali. Namun membutuhkan waktu mungkin dalam dua bulan ini. Sedangkan seluruh karyawan tetap dan yang tidak tetap sekitar 100 orang, tidak ada yang di-PHK,” terangnya. Dia berharap supaya anggota tidak panik dan tetap bersabar hingga kondisi keuangan normal kembali. (pra)